www.mediapos.id – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Mbay menggelar aksi demonstrasi damai menolak proyek geotermal di Kabupaten Nagekeo pada Kamis, 5 Juni 2025. Aksi ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta harapan untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Aksi tersebut digelar di depan Kantor DPRD Nagekeo, namun tidak mendapat sambutan langsung dari pimpinan dewan yang diketahui sedang menghadiri acara lain. Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan peserta aksi, terutama mengingat surat pemberitahuan telah dikirim sebelumnya oleh koordinator aksi, menandakan pentingnya dialog antara masyarakat dan pemerintah.
Persoalan Respons Pimpinan Dewan
Ketiadaan anggota dewan di lokasi aksi telah memicu berbagai reaksi dari para demonstran. Dalam situasi seperti ini, muncul pertanyaan: Seberapa pentingkah kehadiran pimpinan dewan dalam mendengarkan aspiras masyarakat? Banyak yang berargumen bahwa kehadiran mereka adalah simbol komitmen dan perhatian terhadap isu yang dihadapi warga.
Para peserta aksi merasa bahwa aspirasi mereka telah diabaikan, dan hal ini menyoroti pentingnya transparansi serta komunikatif yang seharusnya ada dalam pemerintahan. Pada saat yang sama, pernyataan resmi dari pemerintah setempat menunjukkan komitmen untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Komitmen Pemerintah Terhadap Lingkungan
Dari sisi lain, Bupati Nagekeo bersama jajaran pemerintah hadir untuk menyambut massa aksi dan memberikan pernyataan resmi. Bupati menyampaikan tiga poin utama yang mencerminkan sikap pemerintah terhadap gerakan peduli lingkungan yang berkembang di masyarakat. Pertama, pemerintah mengucapkan terima kasih atas aksi damai yang digelar. Hal ini menunjukkan pengakuan dari pemerintah terhadap hak masyarakat untuk menyuarakan pendapat.
Kedua, pemerintah mengakui pentingnya aspirasi warga terkait keberlangsungan lingkungan hidup yang sehat. Ini adalah langkah yang krusial dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta dampak proyek infrastruktur yang berpotensi merusak lingkungan. Ketiga, bupati menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat akan diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni pemerintah pusat, untuk ditindaklanjuti dengan serius.
Aksi damai ini tidak hanya dihadiri oleh masyarakat umum tetapi juga oleh tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh perempuan, menunjukkan bahwa isu lingkungan telah merangkul berbagai lapisan masyarakat. Kesatuan ini menunjukkan kekuatan gerakan yang berbasis pada kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan.