www.mediapos.id – Bank Kalsel berkomitmen untuk memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan daerah yang kompetitif melalui implementasi dua program strategis utama. Kedua program ini, yaitu Aktivitas Dalam Negeri (ADINK) dan layanan sebagai Bank Devisa, ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan memperluas layanan hingga ke tahap nasional serta internasional.
Dalam acara Media Gathering yang berlangsung di Bali baru-baru ini, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, melalui Kepala Divisi Perencanaan dan Kinerja, Deddy Setiawan, menjelaskan lebih lanjut mengenai program ADINK. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan domestik, termasuk optimalisasi produk pembiayaan dan digitalisasi transaksi di tingkat lokal.
Deddy menjelaskan, “ADINK berfungsi sebagai penggerak ekonomi regional, memfasilitasi akses pembiayaan bagi sektor produktif dan memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat dan pelaku usaha.” Inisiatif ini menjadi bagian penting dari strategi berkelanjutan Bank Kalsel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.
Inisiatif Strategis untuk Meningkatkan Layanan Keuangan Daerah
Bank Kalsel berupaya memperkuat kehadirannya di wilayah pelosok Kalimantan Selatan. Melalui program ADINK, jumlah agen yang beroperasi telah mencapai 592, dengan target peningkatan jumlah agen mencapai 750 pada akhir tahun. Ini menunjukkan komitmen bank dalam meningkatkan akses keuangan bagi semua lapisan masyarakat.
Pentingnya akses keuangan bagi masyarakat tidak hanya sekedar memberikan pinjaman, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Deddy menekankan bahwa dengan meningkatnya jumlah agen, bank dapat menjangkau lebih banyak nasabah, terutama pelaku UMKM.
Bank Kalsel juga fokus pada menciptakan solusi keuangan yang inovatif. Melalui digitalisasi layanan, masyarakat dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah dan cepat, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memberikan dampak positif yang luas.
Pemanfaatan Layanan Bank Devisa untuk Mendorong Ekspor dan Impor
Selain memperkuat layanan domestik, Bank Kalsel memperkenalkan layanan Bank Devisa yang memungkinkan akses keuangan internasional. Dengan memfasilitasi transaksi ekspor-impor dan remitansi, layanan ini menjadi pintu gerbang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar global.
Deddy menjelaskan, “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa nasabah, terutama UMKM dan perusahaan daerah, memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan keuangan internasional.” Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada lembaga keuangan besar di luar daerah.
Peningkatan akses ke layanan keuangan internasional tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga membantu dalam memperkuat hubungan ekonomi antar daerah dan negara. Bank Kalsel, dengan status Bank Devisa, membuka peluang kerja sama global yang lebih luas.
Transformasi Menuju Lembaga Keuangan yang Modern dan Adaptif
Langkah strategis Bank Kalsel ini merupakan bagian dari transformasi yang lebih luas untuk menjadi lembaga keuangan yang lebih modern dan adaptif. Melalui program ADINK dan layanan Bank Devisa, bank berupaya menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang kini semakin kompetitif.
Transformasi ini mencerminkan tekad Bank Kalsel untuk menjadi mitra pembangunan yang dapat diandalkan bagi masyarakat. Deddy menambahkan, “Kami ingin meningkatkan peran Bank Kalsel sebagai lembaga keuangan yang memiliki daya saing baik di tingkat nasional maupun global.”
Keberadaan Bank Kalsel di tengah masyarakat harus dapat dirasakan melalui solusi yang diberikan, sehingga pelaku usaha dapat berinovasi dan berkembang. Dengan komitmen yang kuat, bank ini terus berupaya untuk menjadi lembaga keuangan yang relevan di era modern.
Dengan fokus pada inklusi keuangan dan ekspansi internasional, Bank Kalsel menunjukkan bahwa ia serius dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui porsi yang lebih besar dalam sektor keuangan, bank ini memastikan manfaat nyata dapat dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan dan Indonesia secara keseluruhan.
Bank Kalsel tidak hanya memberikan layanan keuangan, tetapi juga menjadi penerus semangat pembangunan. Orientasi pengembangan yang berkelanjutan akan terus dijaga untuk memastikan semua masyarakat mendapatkan akses ke layanan yang dibutuhkan.