www.mediapos.id – Bank Kalsel bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan baru-baru ini menggelar acara Puncak Bulan Inklusi Keuangan di SMP dan SMA IT Ukhuwah Banjarmasin. Kegiatan ini memiliki tujuan yang penting, yakni menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dari usia dini kepada generasi muda.
Acara ini diawali dengan simbolisasi penyetoran tabungan oleh Ketua TP PKK Kalsel, Hj. Fathul Jannah, bersama dengan cucunya. Momen ini bukan hanya sekadar acara simbolis, melainkan juga menjadi dorongan bagi anak-anak untuk mulai terbiasa menabung.
Dalam acara tersebut, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, turut memberi dukungan dengan menyerahkan 1.000 rekening tabungan Simple iB kepada Ketua Yayasan Ukhuwah Banjarmasin, Sirajuddin Habibi. Kehadiran Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dan kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap literasi keuangan bagi pelajar.
Pentingnya Menanamkan Budaya Menabung pada Generasi Muda
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menekankan betapa pentingnya menanamkan kebiasaan menabung dan pengelolaan uang yang bijak sejak dini kepada siswa. Beliau berpendapat bahwa dengan literasi keuangan yang baik, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
“Anak-anak harus dibiasakan untuk mengatur uang jajan mereka dan menabung,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan harapan untuk mendorong anak-anak agar tidak hanya fokus pada konsumsi, tetapi juga pada kebutuhan untuk menabung dan merencanakan keuangan mereka.
Ketua TP PKK Kalsel, Hj. Fathul Jannah, juga menekankan pentingnya pola pikir dasar mengenai pengelolaan keuangan. Dia mengajak siswa untuk lebih aktif menabung dan menghindari perilaku konsumtif yang tidak produktif.
Inklusi Keuangan Sebagai Strategi Peningkatan Akses Layanan Keuangan
Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, menjelaskan bahwa Bulan Inklusi Keuangan merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan. Program ini penting agar masyarakat, khususnya pelajar, memiliki pengetahuan yang cukup mengenai layanan keuangan yang tersedia.
“Kami ingin anak-anak mengenal layanan keuangan dan memanfaatkannya secara bijak,” ucap Agus. Hal ini menjadi agenda utama dalam rangka meningkatkan kesadaran literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Setelah sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi literasi keuangan oleh OJK dan Bank Kalsel. Siswa-siswa diberikan pengetahuan dasar tentang cara mengelola uang, metode menabung yang benar, dan pemahaman mengenai produk keuangan digital yang aman untuk digunakan.
Meriah dan Penuh Semangat: Kegiatan Edukasi Keuangan di Sekolah
Acara semakin meriah dengan adanya kuis seputar keuangan, di mana siswa-siswa dapat menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan. Lima siswa beruntung yang berhasil menjadi pemenang mendapatkan hadiah sepeda dari Gubernur dan Ketua TP PKK Kalsel.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung generasi muda menjadi agen perubahan dalam literasi keuangan. Ini merupakan langkah penting agar siswa dapat menyebarkan semangat pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan sekolah dan keluarga mereka.
“Kami berharap siswa-siswa ini dapat mengajak teman-teman dan keluarga mereka untuk lebih memperhatikan cara mengelola keuangan demi keberlanjutan ekonomi daerah,” ujarnya, mencerminkan harapan bahwa adanya perubahan yang positif dapat terwujud dari kegiatan ini.