www.mediapos.id – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, HM Yani Helmi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Bank Kalsel untuk bertransformasi menjadi bank devisa. Hal ini diungkapkannya setelah pertemuan bersama Badan Pendapatan se-Kalsel di Banjarmasin, menyoroti pentingnya langkah tersebut bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Yani Helmi menekankan bahwa sejak dua tahun lalu, ia telah mendorong Bank Kalsel untuk naik kelas menjadi bank devisa. “Ini adalah keputusan strategis yang akan memperluas cakupan bisnis bank dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” ujarnya.
Menurut Yani, status sebagai bank devisa akan mendukung upaya Bank Kalsel untuk beroperasi di ranah yang lebih luas. Dengan izin operasional yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Kalsel diharapkan dapat memanfaatkan peluang di pasar internasional.
Pentingnya Status Bank Devisa bagi Perekonomian Daerah
Pemerintah daerah menganggap pentingnya status bank devisa untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Melalui status ini, Bank Kalsel akan mampu bertransaksi menggunakan mata uang asing, yang membuka akses perdagangan internasional bagi pelaku usaha setempat.
Penyampaian ini disampaikan Yani Helmi dalam rapat dengar pendapat yang direncanakan dengan pihak Bank Kalsel. Rapat tersebut bertujuan untuk membahas kesiapan Bank Kalsel dalam menjalani transisi tersebut.
Langkah Bank Kalsel menjadi bank devisa diharapkan dapat memperkuat posisi daerah dalam sektor perdagangan. Hal ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan.
Perkembangan Infrastruktur untuk Mendukung Layanan Bank Devisa
Saat ini, Bank Kalsel sedang fokus menyelesaikan persiapan infrastruktur untuk mendukung layanan sebagai bank devisa. Persiapan tersebut meliputi penguatan sistem teknologi informasi yang dapat menangani transaksi internasional.
Dengan adanya dukungan dari OJK dan pemerintah daerah, diharapkan Bank Kalsel mampu beroperasi dengan baik dalam skala internasional. Hal ini menjadi langkah maju bagi transformasi ekonomi daerah menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah inisiatif telah direncanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan layanan bank devisa. Edukasi dan promosi tentang manfaat serta penggunaan layanan bank devisa akan dilakukan dalam waktu dekat.
Potensi Transaksi Perdagangan Internasional di Kalimantan Selatan
Kepala OJK Kalimantan Selatan mengungkapkan potensi transaksi perdagangan internasional di daerah ini sangat besar. Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp400 triliun, menunjukkan betapa strategisnya lokasi Kalimantan Selatan dalam peta perdagangan global.
Potensi ini akan menjadi dasar bagi Bank Kalsel untuk mengembangkan berbagai layanan inovatif. Dengan demikian, bank dapat menjangkau para pelaku usaha yang memerlukan fasilitas transaksi internasional.
Pemerintah daerah optimis bahwa transformasi Bank Kalsel akan memberikan dampak positif, baik bagi kredibilitas bank itu sendiri maupun perekonomian daerah secara keseluruhan. Ini adalah langkah yang diharapkan dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi lokal, dan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
Keunggulan Bank Devisa Dibandingkan Bank Umum Non-Devisa
Perbedaan utama antara bank umum dan bank devisa terletak pada izin operasional yang dimiliki. Bank devisa mendapatkan izin untuk melaksanakan transaksi mata uang asing, berbeda dengan bank umum non-devisa yang terbatas pada transaksi dalam rupiah.
Dengan kemampuan ini, bank devisa dapat menjawab kebutuhan pelaku usaha yang melakukan transaksi internasional dengan lebih efisien. Dalam konteks globalisasi ekonomi, keberadaan bank devisa semakin penting bagi daerah dengan potensi perdagangan yang tinggi.
Dengan langkah ini, Bank Kalsel berupaya meningkatkan daya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi lokal dan internasional. Diharapkan, dengan status baru ini, Bank Kalsel dapat memberikan layanan yang lebih baik dan lebih lengkap kepada masyarakat dan pelaku usaha.