www.mediapos.id – Bank Kalsel memperlihatkan dedikasinya sebagai institusi keuangan yang tidak sekadar mencari laba, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Komitmen ini tercermin dari pelantikan kepengurusan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel untuk periode 2025–2030 yang berlangsung di Kantor Pusat pada awal Juni 2025.
Acara pelantikan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, yang juga berperan sebagai Pembina UPZ Bank Kalsel. Kepengurusan baru ini terdiri dari berbagai posisi penting, termasuk Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta pengawas yang akan memastikan pengelolaan zakat berjalan dengan baik.
“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata dari Bank Kalsel untuk memperkuat peran sosial lembaga keuangan syariah. Semoga para pengurus dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ungkap Fachrudin.
Peran Penting Unit Pengumpul Zakat dalam Masyarakat
UPZ Bank Kalsel didirikan untuk menunjukkan komitmen bank tersebut dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional. Dengan pendekatan yang transparan, diharapkan dampak positif dari pengelolaan ZIS dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Kami berusaha memastikan setiap zakat yang disalurkan melalui Bank Kalsel dikelola secara akuntabel. Misi kami adalah memberikan manfaat seluas mungkin bagi mereka yang membutuhkan,” lanjut Fachrudin dengan penuh semangat.
Keberadaan UPZ diharapkan mampu meningkatkan sinergi antara lembaga keuangan ini dengan berbagai pihak, termasuk badan-badan amal, organisasi sosial, serta komunitas masyarakat lainnya. Tujuannya adalah untuk memperluas partisipasi zakat yang ada, baik di sektor perbankan maupun di masyarakat umum.
Ajakan untuk Berpartisipasi dalam Program Sosial
Bank Kalsel mengajak seluruh nasabah dan masyarakat umum untuk berkontribusi dalam program-program sosial yang dijalankan oleh UPZ. “Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi para sahabat Bank Kalsel untuk menyisihkan sebagian harta mereka melalui zakat, infak, dan sedekah untuk membantu mereka yang membutuhkan,” tegas Fachrudin.
Melalui strategi ini, diharapkan bisa meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berpartisipasi dalam program sosial. Pelibatan berbagai elemen masyarakat akan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik dan berkelanjutan.
Penyampaian zakat melalui UPZ Bank Kalsel tidak hanya berfokus pada satu sektor saja. Sebaliknya, penyaluran ke berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan, dilakukan untuk lebih maksimal dalam memberikan manfaat.
Membangun Sinergi dengan Berbagai Pihak
Keberhasilan UPZ Bank Kalsel dalam menjalankan program-programnya sangat bergantung pada kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Ada harapan besar bahwa kerjasama ini dapat memperkuat jaringan sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga sosial lainnya diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap zakat yang masuk bisa digunakan dengan sebaik mungkin, mengingat perlunya akuntabilitas dalam pengelolaannya,” jelas Fachrudin.
Idealnya, UPZ Bank Kalsel tidak hanya menjadi pengumpul zakat, tetapi juga sebagai forum edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya berzakat dan bersedekah. Kegiatan-kegiatan seperti seminar dan workshop akan dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.